Aku serta mau “terpanggil” haji & umroh

 

Aku serta mau "terpanggil" haji & umroh

Sanggup bertolak haji & umroh ialah dambaan tiap-tiap muslim. Bisa dengan cara materi, kesehatan & peluang ialah anugerah luar biasa yg diberikan allah. Nyaris tiap-tiap pekan ada saja rekan-rekan kelompok jejaring social aku edit poto profile mereka dgn photo yg bernuansa kota mekkah, yg mengisyaratkan bahwa mereka sedang umroh atau baru pulang menunaikan ibadah haji. Alhamdulillah, dari th ke th kuantitas jamaah haji & umroh plus turki dari indonesia makin bertambah sebanyak. Walaupun sedikit tercedera bersama munculnya travel haji & umroh bodong macam first travel.

Kelihatannya, kian hri kian gampang bagi umat muslim buat mengahdiri baitullah. Tapi sayang, dari jutaan warga indonesia yg telah terbang ke mekkah & mencicipi nikmatnya ibadah umroh & haji aku belum terpanggil. (dipanggil bu haji sih tidak jarang terlebih jikalau sedang berbelanja dipasar tradisional. Aku semangat mengaminkannya…) beberapa sohib aku yg telah sempat berangkat haji & bolak balik umroh mengemukakan demikian. Cuma beberapa orang yg beruntung mendapat “panggilan allah” yg mampu merasakan keindahan beribadah haji & umroh.

Aku yakin & tak menafikan sistem ini. Ada kenalan yg telah mendaftar, membayar lunas, telah menyelesaikan seluruhnya tahapan utk pergi haji & telah menyiapkan koper mesti batal bertolak bersama berbagai argumen. Keluarga aku sendiri, tiba-tiba mendapat panggilan utk mampu berhaji padahal harusnya masuk dalam list tunggu 2 th kedepan. Wallahuallam, itu seluruhnya rahasia allah.

Sekali aku tanya pada rekan yg telah beberapa kali bertolak umroh,apa rahasianya biar sanggup mampu “panggilan”. Dirinya mengemukakan mula-mula aku mesti mempunyai niat yg kuat utk mampu bertolak umroh & haji. Kemudian aku pula mesti mulai sejak menabung utk anggaran bertolak umroh atau haji. Ini merupakan yang merupakan wujud business. Ia menyarankan utk mendatangi beberapa bank yg sediakan pinjeman husus dana umroh. Yg ke3 aku mesti tidak sedikit berdoa, menambah ibadah & amalan baik.

Aku termenung sesudah mendengar penjelasan panjang lebar kawan aku ini. Rasanya nyali aku ciut sekali. Jika soal niat, aku telah memproklamirkannya jauh-jauh hri. Aku mau bertolak umroh & haji yg mabrur. Urusan menyatukan dana, beberapa kali coba tapi beberapa kali serta dana yg terkumpul terpakai oleh kepentingan yg lain. Utk urusan ibadah, aku merasa amat lemah. Ibadah aku jauh dari kata sempurna. Amalan pun belum ada apa-apanya. Perenungan ini menciptakan aku menyimpulkan bahwa yg mempunyai wewenang dipanggil benar-benar mereka yg mempunyai predikat layak dimata allah.

Sedangkan aku ini, hidup aku belum bisa dikatakan baik. Dosa aku menggunung tingginya. Tindakan & perkataan aku tetap tidak jarang menyakiti orang lain pun tidak jarang jauh dari yg dicontohkan rasulullah. Saw. Nyata-nyatanya disinilah letak kecilnya probabiliti aku utk dipanggil. Aku mesti memperbaiki tidak sedikit perihal dari dalam diri aku sebelum aku berwenang buat menerima panggilan umroh & haji. Aku merasa bersyukur, aku memperoleh jawaban yg amat objektif. Aku belum dipanggil utk haji & umroh bukan sebab tuhan lupa atau tak senang bersama aku, tetapi lantaran aku belum mencapai nilai kompetensi minimum yang merupakan seseorang muslim.

Aku meyakini allah maha adil dalam berikan peluang bagi umat nya utk lakukan ibadah haji & umroh. Mulai sejak sekarang ini aku mesti lebih bersemangat buat beralih jadi lebih baik, biar allah ingin melirik aku & berikan peluang bagi aku utk mampu jadi tamu nya di mekkah al mukaromah. Aamin…

Inshaallah hingga kapanpun aku konsisten dapat berdoa, aku mau mampu bertolak umroh & haji yg mabrur. Aamin…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *